Photobucket

Jumat, 14 Oktober 2011

KALDU DAGING UNTUK M-PASI


Kaldu adalah cairan hasil rebusan tulang dan daging. Biasanya terbuat dari potongan daging dan tulang ayam, sapi dan ikan. Dalam membuat kaldu ditambahkan bumbu seperti bawang bombay, potongan wortel, batang seledri dan batang daun bawang untuk memperkaya gizi dan cita rasa.

Kaldu sangat kaya akan zat gizi, terutama protein, lemak, vitamin dan mineral. Cocok sebagai bahan cairan untuk membuat makanan bayi seperti bubur, nasi tim, bubur saring atau nasi lunak. Ada empat jenis kaldu dasar untuk makanan bayi, salah satunya adalah Kaldu Daging.



KALDU DAGING

Bahan
500 ml air
150 gram campuran potongan tulang dan daging sapi tanpa lemak, cuci bersih
40 gram potongan wortel, cuci bersih
30 gram potongan bawang bombay, cuci bersih
20 gram potongan bawang seledri, cuci bersih
40 gram potongan daun bawang, cuci bersih

Cara Membuat

  • Rebus potongan tulang dan daging sapi dengan 300 ml air hingga mendidih, buang air.
  • Didihkan 500 ml air, masukkan potongan daging dan tulang sapi, wortel, bawang bombay, seledri dan daun bawang. Masak dengan api kecil selama 30 menit. Angkat.
  • Saring kaldu, sisihkan ampasnya. Kaldu siap digunakan.


Hasil 400 ml kaldu

Tips : pilih daging dan tulang sapi yang tidak banyak mengandung lemak agar kaldu yang dihasilkan jernih dan tidak berlemak.

Selasa, 11 Oktober 2011

PURE PEPAYA CAMPUR SUSU

Untuk Usia 6-7 Bulan

Bahan
60 gram pepaya matang, potong-potong
60 ml ASI / larutan susu formula lanjutan sesuai usia

Cara Membuat

  • Masukkan potongan pepaya dan ASI / larutan susu formula lanjutan ke dalam tabung blender / mesin penghalus bumbu. Haluskan hingga lembut.
  • Tuang ke dalam mangkuk saji. Hidangkan segera.


Hasil 1 Porsi

Minggu, 09 Oktober 2011

TIPS MENGOLAH BAHAN M-PASI




  • Cuci tangan dengan sabun sebelum mengolah bahan makanan.
  • Jangan biarkan makanan terlalu lama di suhu ruang dan dalam kondisi terbuka karena akan tercemar bakteri.
  • Sebaiknya bahan makanan yang sudah dipotong, langsung dimasak guna menghindari kontaminasi bakteri.
  • Potong kecil bahan makanan untuk memudahkan pengolahan.
  • Sabar dan telaten dalam mengolah bahan makanan bayi.
  • Perhatikan kebersihan bahan makanan.
  • Perhatikan tingkat kematangan bahan makanan, seperti sayuran dan buah.
  • Gunakan peralatan masak khusus bayi yang bersih, steril dan food grade.
  • Pilih bahan makanan yang masih segar, seperti ikan, daging sapi, daging ayam, hati sapi, dan hati ayam.
  • Pilih makanan dengan kualitas baik dan usahakan yang organik.


Dikutip dari Makanan Sehat PASI,
Semoga Bermanfaat ... ;)

TIPS MEMILIH BAHAN MAKANAN BAYI


  • Perhatikan keadaan sayuran dan buah, sebaiknya dalam keadaan segar dan organik.
  • Pilih buah yang sudah benar-benar matang, hindari sayuran dan buah yang mengandung gas.
  • Bubur susu kemasan yang tersedia di pasaran dapat menjadi pilihan bila sedang bepergian. Jangan dijadikan makanan sehari-hari, berikan hanya dalam kondisi terpaksa.
  • Gunakan sayuran, daging dan buah organik agar terhindar dari pencemaran zat anti pestisida yang kemungkinan mencemari bahan pangan.
  • Menghindari penggunaan makanan dan bumbu tajam karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare.
  • Selalu memeriksa tanggal kadaluwarsa di kemasan.
  • Telur dan ikan harus benar-benar matang agar bayi tidak tercemar bakteri penyebab penyakit.

Jumat, 07 Oktober 2011

PURE KENTANG

(Untuk Usia 6-7 Bulan)


Bahan :
100 gr kentang, kupas, potong dadu
200 cc air matang
160 cc ASI atau larutan susu formula


Cara Membuat :
- Rebus kentang hingga lunak (kira-kira air rebusan tinggal 50 cc). Angkat, dinginkan.
- Masukkan dalam blender, haluskan. Campurkan dengan ASI atau larutan susu formula.
   Aduk rata. Sajikan selagi hangat. Untuk: 2 porsi

Kamis, 06 Oktober 2011

BAHAN MAKANAN YANG DILARANG UNTUK BAYI


  • Daging ayam dan sapi berlemak, seperti kulit.
  • Otak sapi dan kambing.
  • Jeroan : usus, paru, ginjal, babat.
  • Ikan yang banyak duri, seperti bandeng.
  • Telur : telur merah dapat diberikan menjelang usia 12 bulan. Telur putih sebaiknya diberikan di atas usia 12 bulan untuk menghindari alergi.
  • Makanan awetan : bakso, sosis, abon, daging asap.
  • Makanan laut, seperti kerang, udang, cumi.
  • Sayuran, buah, daging, ikan dan ayam dalam kemasan kaleng.
  • Garam dan gula berlebihan.
  • Gula pemanis  buatan (aspartame, sakarin siklamat)pemberi rasa seperti monosodium glutamate (MSG).
  • Madu : dapat menyebabkan keracunan makanan (botulinum), sebab mengandung bakteri clostridium botulinum.
  • Bumbu tajam seperti lada, cabai, asam.
  • Sayuran dan buah yang mengandung gas dan beraroma tajam seperti kol, kembang kol, lobak, petai, sawi, durian, nanas, sirsak, nangka.
  • Makanan hasil fermentasi seperti tape nasi, tape singkong.
  • Susu sapi segar.
  • Kopi.
  • Margarine dan mentega.

Rabu, 05 Oktober 2011

BAHAN MAKANAN PENDAMPING ASI

Bahan M-PASI Sesuai Tingkatan Usia


Usia 6-7 Bulan

Buah : Anggur manis, pisang, jeruk bayi, papaya, apel, pir, mangga, avokad, semangka.
Sayuran : Labu kuning, bayam, wortel, tomat, brokoli, daun katuk, kacang polong.
Karbohidrat : Tepung beras merah, tepung beras putih.


Usia 7-9 Bulan

Karbohidrat : beras putih, beras merah, kentang, tepung hunkwe, jagung manis.
Polong-polongan : kacang merah, kacang hijau, buncis, kacang polong, kapri.
Umbi-umbian : kentang, singkong, ubi jalar merah, ubi jalar ungu.
Gandum : oatmeal (instant oatmeal)
Protein hewani : daging ayam organic (ayam kampong) tanpa lemak (buang kulitnya), hati ayam, daging sapi tanpa lemak, ikan (gurami, lele, salmon, kakap, gindara, tenggiri).
Protein nabati : tempe, tahu putih.
Olahan susu : keju alami, yoghurt tawar.


Usia 9-12 Bulan

Karbohidrat : beras putih, beras merah, kentang.
Sayuran : dapat ditambahkan aneka sayuran berserat seperti caisim, kangkung, kalian.
Protein nabati : tahu, tempe.
Protein hewani : daging ayam organic, berbagai jenis ikan (gurami, lele, kakap).
Gandum : macaroni, roti gandum, oatmeal, mie, bihun, biscuit.
Telur : kuning telur. Finger foods : biscuit, buah atau sayuran yang dipotong seukuran kelingking.

Dikutip dari Makanan Sehat PASI
Semoga bermanfaat … ;)



Selasa, 04 Oktober 2011

TANDA-TANDA BAYI SIAP MENERIMA MAKANAN PENDAMPING ASI (M-PASI)


· Bayi lebih rewel dari biasanya.
· Jangka waktu menyusui jadi lebih sering.
· Terlihat antusias ketika melihat orang di sekitar sedang makan.
· Bayi mulai memasukkan tangannya ke mulut.
· Mulai bisa didudukkan.
· Mampu menegakkan kepala.
· Kemampuan reflex bayi dalam menelan mulai baik.

Jika kemampuan reflex menelan bayi belum berkembang dan bayi belum bisa menegakkan kepala sebaiknya pemberian M-PASI ditunda terlebih dahulu hingga bayi siap. Jika dipaksa, bayi tidak dapat menelan makanan dengan baik, bahkan makanan itu dapat menyumbat saluran pernapasan, seperti hidung dan tenggorokan. Akibatnya bayi tersedak, napasnya tertahan atau bersin. Kejadian ini dikhawatirkan dapat menimbulkan trauma bagi bayi sehingga akan menolak pemberian makanan di waktu berikutnya.


Dikutip dari Makanan Sehat PASI
Semoga bermanfaat … ;)